Subscribe:

Jumat, 03 September 2010

Foto Macan Langka yg Ditembak di Sukabumi : Polisi Tembak Macan Langka di Sukabumi

TEMPO Interaktif, Sukabumi - Macan kumbang yang tewas diterjang peluru polisi di Sukabumi kemarin tergolong satwa langka.


Kucing besar itu adalah macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Union for Conservation of Nature menggolongkannya dalam daftar merah hewan yang terancam punah. Situs mereka menyebutkan, kucing yang ahli memanjat pohon itu hanya terdapat di Pulau Jawa dengan jumlah kurang dari 250 ekor.

Pejabat konservasi Didi Wuryanto menyesalkan penembakan tersebut. Menurutnya, belum pernah ditemukan kasus penyerangan macan kumbang kepada manusia. "Seharusnya ditangkap dan dikembalikan ke hutan habitatnya," katanya seperti dikutip Straits Times, Ahad (22/8).

Didi menduga binatang malang itu berasal dari Gunung Gede Pangrango. Lalu tersesat saat mengejar mangsa dan masuk ke Kampung Gunung Puyuh.

Macan kumbang jantan, yang diperkirakan berusia lima tahun itu, menimbulkan kepanikan saat masuk perkampungan, kemarin pagi. Melihat kegaduhan, dia ambil langkah seribu. Namun warga, yang minta bantuan polisi, terus mengejarnya.

Menurut Kepala Unit Patroli Kepolisian Sektor Gunung Puyuh Ajun Inspektur Satu Yiyi Sukma, macan itu tewas diterjang tiga peluru di satu ruang kelas Komplek Lembaga Pendidikan Sekolah Calon Perwira Polri, Sukabumi. "Terpaksa diambil tindakan untuk menghindari hal-hal yang membahayakan," ujarnya.

Waduh Pak Pol, lain kali dipertimbangkan dulu klo ambil tindakan. Mbo' ya jangan sampe tewas juga macannya. Kasian kaaann..




http://4.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/THU0zevj2OI/AAAAAAAACv4/R0TNReGRt0A/s1600/nrn0rlpg.jpg



Kucing besar itu adalah macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Union for Conservation of Nature menggolongkannya dalam daftar merah hewan yang terancam punah. Situs mereka menyebutkan, kucing yang ahli memanjat pohon itu hanya terdapat di Pulau Jawa dengan jumlah kurang dari 250 ekor.

Pejabat konservasi Didi Wuryanto menyesalkan penembakan tersebut. Menurutnya, belum pernah ditemukan kasus penyerangan macan kumbang kepada manusia. "Seharusnya ditangkap dan dikembalikan ke hutan habitatnya," katanya seperti dikutip Straits Times, Ahad (22/8).

Didi menduga binatang malang itu berasal dari Gunung Gede Pangrango. Lalu tersesat saat mengejar mangsa dan masuk ke Kampung Gunung Puyuh.

Macan kumbang jantan, yang diperkirakan berusia lima tahun itu, menimbulkan kepanikan saat masuk perkampungan, kemarin pagi. Melihat kegaduhan, dia ambil langkah seribu. Namun warga, yang minta bantuan polisi, terus mengejarnya.

Menurut Kepala Unit Patroli Kepolisian Sektor Gunung Puyuh Ajun Inspektur Satu Yiyi Sukma, macan itu tewas diterjang tiga peluru di satu ruang kelas Komplek Lembaga Pendidikan Sekolah Calon Perwira Polri, Sukabumi. "Terpaksa diambil tindakan untuk menghindari hal-hal yang membahayakan," ujarnya.

7 komentar:

arakuaunx mengatakan...

cuma orang tolol yang menembak makhluk eksotis ini..!! kenapa g jebak dalam perangkap/kurungan dan dilepaskan kembali ke habitatnya? sumpah TOLOL!! setolol tololnya orang tolol, paling TOLOL ya cuma orang yang nembak panthera!! STATUSNYA TERANCAM PUNAH!!!!
(sori sob.. iklannya ngeganggu artikelnya)

oggy and cockroaches mengatakan...

sumpahlah itu tolol pisan bego bgt kenapa harus ditembak mestinya pake otak dulu sebelum nembak

Anonim mengatakan...

goblok banget emang yang nembak.. itu dia kenapa negara kita ga maju2 gara yang nanganin cuma pake otot cuma otaknya kosong

Anonim mengatakan...

ga mau tau, idupin lagi tuh macan

Restu Bunda mengatakan...

Aparat tolol.. Ga liat apa diluar negeri sono cra nanganin binatang buas dan langka kyk gni..!! Masa ampe ditembak mati gni..!! Ga pnya apa senapan bius ato sbgnya..!! TOLOL

Anonim mengatakan...

Manusia d bekali dengan akal dan pikiran yg jauh melebihi hewan..
Kl memang hewan itu mengancam warga,nah kemana akal dan pikiran yg d berikan Tuhan pd mereka???? TIDAK BISA DIATASI itu bukan alasan..Semua berawal dr tdk bs..Mereka jg bukan asal2an jd polisi dan ahli hewan..Pst ada pembelajaran dan pelatihan sebelumnya..Trz kemana hasil pembelajaran dan pelatihan yg d dapat sebelumnya????? Kl cm nebak org awam jg bs..Kagak ush polisi..Kasih k pemburu ya beres..

Anonim mengatakan...

Diluar negeri sana org2 sampai menghabiskan hidup dan uangnya utk melestarikan hewan2 spt ini. Mending oknum polisi itu aja yg ditembak biar gak kebanyakan populasi manusia spt dia di sukabumi.

Posting Komentar

JANGAN CUMA BACA AJA !!!!

Berikan komentarmu sekarang juga !!!